Pertandingan Arsenal melawan Liverpool yang berakhir imbang tanpa gol di Stadion Emirates, Jumat (9/1/2026), menyisakan cerita besar bagi persaingan papan atas Liga Inggris. Arsenal memang memperlebar jarak di puncak klasemen menjadi enam poin dari Manchester City, namun hasil ini tetap terasa pahit karena City juga gagal menang. Dengan situasi tersebut, Arsenal sebenarnya berpeluang menjauh hingga delapan poin. Mikel Arteta tetap menilai hasil ini penting dalam konteks konsistensi timnya yang tak terkalahkan dalam delapan laga terakhir di semua kompetisi, meski mengakui ketatnya tekanan dalam perburuan gelar.
Dari sisi permainan, Arsenal tampil dominan pada babak pertama dengan penguasaan bola mencapai 60 persen dan akurasi umpan 90 persen. Bukayo Saka menjadi ancaman utama dari sisi kanan, sementara Liverpool lebih banyak bertahan. Namun peluang paling berbahaya justru datang dari tim tamu lewat Conor Bradley yang tembakannya membentur mistar gawang akibat miskomunikasi lini belakang Arsenal. Memasuki babak kedua, situasi berbalik total. Liverpool menguasai laga, sedangkan Arsenal kehilangan ritme dan akurasi. Arteta secara jujur menilai timnya “sangat tidak presisi dengan bola” pada paruh kedua.
Kontroversi muncul menjelang akhir laga saat Gabriel Martinelli mendorong Conor Bradley yang tengah mengalami cedera agar segera keluar lapangan. Wasit memberikan kartu kuning kepada Martinelli, sementara insiden itu memicu perdebatan luas. Martinelli kemudian meminta maaf melalui media sosial dan menyatakan tidak mengetahui kondisi cedera Bradley. Arteta membela anak asuhnya dengan menyebut Martinelli sebagai “pria yang baik”, menegaskan tidak ada niat buruk dalam kejadian tersebut. Pelatih Liverpool, Arne Slot, memilih bersikap tenang dan menilai situasi itu dipengaruhi kebiasaan membuang waktu di sepak bola modern.
Bagi Liverpool, hasil imbang ini terasa seperti kemenangan moral. Datang tanpa beberapa penyerang utama, mereka mampu bertahan dengan disiplin dan bahkan menekan Arsenal di babak kedua. Taktik Arne Slot mendapat pujian karena dinilai efektif meredam permainan tuan rumah, dengan penampilan solid dari lini tengah dan sayap. Sementara itu, Arsenal harus menerima kenyataan bahwa satu poin ini bisa menjadi penentu di akhir musim, baik sebagai fondasi juara maupun sebagai peluang yang terlewat.
Penulis/Editor : RDj
Gambar : Liverpoolfc.com
Video Highlights : YT Arsenal















