Hasil Pemilu Legislatif DPR RI 2024 di Gorontalo menunjukkan satu hal penting: peta suara pemilih sebenarnya lebih beragam daripada yang tercermin di parlemen. Meski konfigurasi kursi saat ini tampak stabil, data KPU justru membuka ruang untuk pertanyaan besar—apakah representasi politik Gorontalo sudah benar-benar adil?
Berdasarkan rekapitulasi resmi KPU, Partai NasDem meraih sekitar 227 ribu suara dan menjadi kekuatan utama di Gorontalo. Di belakangnya, Golkar dan Gerindra menyusul dengan perolehan suara yang juga signifikan. Sementara itu, PPP berada di posisi keempat dengan lebih dari 70 ribu suara—angka yang tidak bisa dibilang kecil.
Namun, dengan hanya tiga kursi DPR RI yang tersedia, suara puluhan ribu pemilih itu akhirnya tidak terwakili di Senayan.
Tiga Kursi, Ruang yang Terlalu Sempit
Dalam sistem tiga kursi, hasilnya hampir bisa ditebak. Kursi DPR RI Gorontalo dibagi kepada tiga partai teratas: NasDem, Golkar, dan Gerindra. Konfigurasi ini memang sesuai dengan peringkat suara, tetapi menyisakan persoalan mendasar—banyak suara rakyat yang berhenti di angka, tanpa berujung pada representasi politik.
PPP dan partai menengah lainnya menjadi korban langsung dari keterbatasan kursi. Padahal, dukungan yang mereka terima datang dari basis pemilih yang nyata dan tersebar.
Empat Kursi, Politik yang Lebih Cair
Situasinya berubah jika Gorontalo memiliki empat kursi DPR RI. Tambahan satu kursi saja sudah cukup untuk menggeser peta politik secara signifikan. Dalam skema ini, kursi keempat sangat mungkin jatuh ke partai peraih suara menengah seperti PPP.
Ini bukan sekadar wacana. Secara matematis, perolehan suara PPP menempatkannya sebagai kandidat rasional untuk mengisi kursi tambahan tersebut. Artinya, suara yang sebelumnya terbuang mulai mendapatkan saluran politik di tingkat nasional.
Dominasi Tetap Ada, Tapi Tak Mutlak
Perlu ditegaskan, NasDem tetap menjadi pemenang utama di Gorontalo dalam skenario apa pun. Namun, dengan empat kursi, dominasi itu tidak lagi bersifat menutup ruang bagi partai lain. Golkar dan Gerindra tetap relevan, sementara partai menengah mulai punya peluang yang nyata.
Inilah wajah politik yang lebih sehat—kompetitif, terbuka, dan mencerminkan keragaman pilihan pemilih.
Mengapa Kursi Tambahan Penting?
Penambahan satu kursi DPR RI bukan hanya soal angka. Dampaknya jauh lebih luas:
• Representasi suara rakyat menjadi lebih proporsional
• Persaingan politik tidak dimonopoli partai besar
• Partai menengah dan figur lokal memiliki ruang tumbuh
• Posisi tawar Gorontalo di tingkat nasional ikut menguat
Dalam konteks demokrasi, perluasan representasi ini justru memperkaya kualitas politik, bukan melemahkannya.
Penutup
Empat kursi DPR RI untuk Gorontalo akan menciptakan peta politik yang lebih dinamis dan adil. Struktur yang selama ini kaku menjadi lebih cair, dan suara pemilih yang sebelumnya terpinggirkan mendapat tempat.
Tambahan satu kursi mungkin terlihat sederhana. Namun dalam praktik politik, dampaknya bisa sangat menentukan arah representasi Gorontalo di Senayan.
Oleh : Redaksi

















