banner 728x250

Black Box ATR 42-500 Akhirnya Dibuka, KNKT Ungkap Waktu Analisis dan Fakta Penting di Balik Tragedi

CVR dan FDR pesawat ATR 42-500 yang jatuh di Gunung Bulu Saraung resmi dianalisis KNKT setelah enam hari operasi SAR

Ilustrasi blackbox ATR 42-500
Ilustrasi blackbox ATR 42-500

Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) resmi menerima dan mulai menganalisis black box pesawat ATR 42-500 yang jatuh di lereng Gunung Bulu Saraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Penyerahan dilakukan setelah enam hari operasi pencarian dan pertolongan oleh tim SAR gabungan. Black box yang ditemukan kemudian diserahkan oleh Basarnas kepada KNKT, sehingga seluruh proses penyelidikan kecelakaan kini sepenuhnya berada di bawah kewenangan lembaga tersebut. Langkah ini menjadi titik krusial untuk mengungkap penyebab jatuhnya pesawat yang menewaskan seluruh penumpang dan awak.

Black box pesawat terdiri dari dua perangkat utama, yaitu Cockpit Voice Recorder (CVR) dan Flight Data Recorder (FDR). CVR merekam seluruh suara di dalam kokpit, termasuk komunikasi antara pilot dan petugas pengatur lalu lintas udara atau air traffic control (ATC). Sementara itu, FDR menyimpan puluhan parameter teknis penerbangan seperti ketinggian, kecepatan, arah terbang, serta kondisi sistem pesawat selama penerbangan. Kepala KNKT menjelaskan bahwa CVR memiliki empat kanal rekaman, mulai dari komunikasi pilot dengan ATC hingga suara latar di dalam kokpit. Ia menegaskan, “Benar bahwa yang di hadapan kita ini adalah blackbox.”

Setelah proses serah terima, black box langsung dibawa ke Jakarta untuk dianalisis lebih lanjut. KNKT menyebut analisis data membutuhkan waktu sekitar lima hingga sepuluh hari guna memastikan keakuratan data dan kesimpulan investigasi. Proses ini mencakup asesmen awal, evaluasi teknis, serta sinkronisasi data suara dan parameter penerbangan. Kepala KNKT berharap temuan ini dapat mempercepat pengungkapan penyebab kecelakaan. Ia menyatakan, “Dengan penemuan blackbox ini, mudah-mudahan dari teman-teman yang dipimpin oleh Kepala KNKT bisa bekerja lebih cepat untuk melakukan assesment, evaluasi terhadap kejadian kecelakaan.”

Di sisi lain, tim SAR gabungan memastikan seluruh korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 telah ditemukan. Sebanyak 10 korban berhasil dievakuasi dari medan terjal dan cuaca buruk di kawasan Gunung Bulu Saraung. Proses evakuasi dilakukan melalui jalur udara dan metode vertical rescue menggunakan sistem tali dan katrol. Seluruh jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk proses identifikasi lebih lanjut. Dengan ditemukannya seluruh korban dan black box, penyelidikan kini memasuki fase penentuan penyebab kecelakaan secara menyeluruh berdasarkan data objektif.

Penulis/Editor : RDj

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *