banner 728x250

BMKG: Dua Bibit Siklon dan Seruakan Dingin Picu Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan

BMKG memperingatkan potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi di sejumlah wilayah akibat dua bibit siklon tropis dan seruakan dingin dari Asia.

Gambar Oleh BMKG

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan dua bibit siklon tropis, yakni 93S dan 95S, memicu cuaca signifikan di sejumlah wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan. Kedua sistem tersebut telah menyebabkan hujan lebat di Bali, Papua Barat, dan Maluku, serta berpotensi menimbulkan angin kencang dan gelombang tinggi di perairan selatan Indonesia, menurut BMKG dalam keterangan resminya, Kamis (18/12/2025).

BMKG mencatat Bibit Siklon Tropis 93S yang terbentuk di Samudra Hindia selatan Jawa bergerak ke barat daya dan berdampak tidak langsung pada hujan sedang hingga lebat di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta. Sistem ini juga meningkatkan potensi angin kencang di pesisir selatan Jawa hingga Jawa Timur, dengan tinggi gelombang 1,25–2,5 meter di Samudra Hindia barat Lampung hingga Nusa Tenggara Barat, Selat Sunda, dan Laut Jawa, kata BMKG.

Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 95S yang berkembang di Laut Arafura berpotensi memicu hujan sedang hingga sangat lebat disertai angin kencang di Maluku selatan dan tenggara serta Papua Selatan. “Tinggi gelombang di Laut Arafura diprakirakan mencapai 1,25 sampai 2,5 meter,” ujar BMKG.

BMKG menjelaskan, dinamika atmosfer global dan regional turut memperkuat kondisi tersebut. Suhu muka laut yang hangat meningkatkan penguapan di sejumlah perairan, sementara La Nina lemah mendukung peningkatan curah hujan di Indonesia timur. Selain itu, perbedaan tekanan udara signifikan antara Asia Timur memicu seruakan dingin yang berpotensi memperkuat hujan di banyak wilayah Indonesia, menurut BMKG.

Aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO) dan gelombang atmosfer juga diprakirakan aktif di berbagai wilayah perairan dan daratan Indonesia, mulai dari Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, hingga Papua. Kondisi ini mendukung pertumbuhan awan hujan secara meluas, kata BMKG.

Untuk periode 19–21 Desember 2025, BMKG memprakirakan hujan sedang hingga lebat berpotensi terjadi di sebagian besar Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, dan Papua. BMKG menetapkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat di antaranya untuk Banten, Jawa Barat, Jawa Timur, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, serta Papua Pegunungan dan Papua Selatan. Peringatan angin kencang juga berlaku di sejumlah wilayah, termasuk Jawa dan Sumatra bagian selatan, menurut BMKG.

Memasuki periode 22–25 Desember 2025, BMKG memperkirakan hujan ringan hingga sedang masih mendominasi, dengan potensi hujan lebat di Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan. Angin kencang berpeluang terjadi di Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi Selatan, dan Maluku, kata BMKG.

BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada dan rutin memantau informasi cuaca resmi. “Masyarakat diminta hanya merujuk informasi dari BMKG agar terhindar dari informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan,” ujar BMKG dalam pernyataan tertulisnya.

Sumber: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Direktorat Meteorologi Publik, pembaruan 18 Desember 2025.

Editor : RDj

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *