Tentara Suriah dilaporkan memasuki Sheikh Makud, wilayah yang disebut sebagai benteng terakhir pasukan Kurdi di kota Aleppo, Suriah utara. Mengutip laporan Reuters, sumber keamanan menyebutkan puluhan pejuang Kurdi meninggalkan kota terbesar kedua di Suriah itu pada Sabtu waktu setempat. Selain pejuang, warga sipil juga terlihat keluar dari kawasan Sheikh Makud dengan berjalan kaki untuk menyelamatkan diri dari pertempuran. Meski demikian, militer Suriah menegaskan operasi belum selesai karena masih terdapat kelompok pejuang Kurdi yang bertahan setelah upaya gencatan senjata gagal menghentikan bentrokan yang telah berlangsung selama beberapa hari dan menelan korban jiwa.
Menurut sumber keamanan yang dikutip Reuters, sebagian pejuang dari Syrian Democratic Forces (SDF) masih bertahan di sebuah rumah sakit di Sheikh Makud. Aparat keamanan menyebut pertempuran jalanan masih terjadi antara pasukan pemerintah dan pejuang Kurdi. Dalam pernyataannya, SDF menuding pasukan pemerintah melakukan serangan tanpa pandang bulu terhadap infrastruktur sipil. Mereka menuduh fasilitas sipil, termasuk rumah sakit tempat warga berlindung, menjadi sasaran serangan. Salah satu pernyataan yang dikutip Reuters menyebut, “Kurdish forces were still holed up in a hospital in Sheh Makud.” Situasi ini memperburuk kondisi kemanusiaan di Aleppo yang telah lama menjadi titik rawan konflik.
Kekerasan terbaru ini kembali menyoroti salah satu garis patahan utama konflik Suriah. Presiden Ahmed Ashara sebelumnya berjanji menyatukan Suriah di bawah satu kepemimpinan setelah 14 tahun perang saudara. Namun, janji tersebut menghadapi perlawanan dari kelompok Kurdi yang bersikap waspada terhadap pemerintahan barunya yang berhaluan Islamis. Ketika negosiasi menemui jalan buntu, pertempuran kembali pecah pada Selasa lalu. Bentrokan itu dilaporkan menewaskan sejumlah warga sipil dan memaksa lebih dari 140.000 orang mengungsi dari rumah mereka. Amerika Serikat dan sejumlah kekuatan dunia sempat menyambut gencatan senjata yang diumumkan awal pekan, tetapi kesepakatan itu gagal diterapkan sepenuhnya.
Militer Suriah menyatakan akan melanjutkan operasi darat untuk membersihkan wilayah tersebut dan menyisir lingkungan Sheikh Makud. Reuters mengutip pernyataan militer yang menegaskan langkah itu sebagai bagian dari upaya memulihkan kendali penuh negara. Sementara itu, pasukan Kurdi masih menguasai wilayah luas di timur laut Suriah dan mengelola zona semi-otonom. Mereka menolak upaya integrasi ke dalam pemerintahan baru Suriah yang dibentuk oleh mantan kelompok pemberontak yang menggulingkan Presiden Bashar al-Assad pada Desember 2024. Salah satu kutipan dari laporan Reuters menegaskan sikap tersebut, “Kurdish forces still hold large parts of Syria’s northeast where they run a semi-autonomous zone.”
Sumber : Reuters
Penulis/Editor : RDj
Video : Youtube/Reuters













