BONE BOLANGO — Pembangunan Waduk atau Bendungan Bulango Ulu di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, menunjukkan percepatan signifikan. Berdasarkan kunjungan Wakil Gubernur pada Senin, 5 Januari 2026, progres fisik proyek strategis nasional ini telah mencapai 91,5 persen dan ditargetkan selesai sepenuhnya pada tahun 2026. Pemerintah daerah menilai capaian ini sebagai sinyal kuat bahwa bendungan segera memasuki fase akhir konstruksi setelah dikerjakan sejak 2019 dengan total anggaran Rp2,46 triliun.
Secara teknis, Bendungan Bulango Ulu dirancang memiliki kapasitas tampung hingga 93,549 juta meter kubik air. Pemerintah menargetkan pengisian awal atau impounding mulai Maret 2026 dengan kapasitas awal minimal 75 persen. Fungsi utama bendungan ini mencakup pengairan ribuan hektare sawah, pengendalian banjir, penyediaan air baku, serta potensi pembangkit listrik tenaga air. Seperti disebutkan dalam laporan resmi, “Waduk ini merupakan Proyek Strategis Nasional yang diharapkan memberikan manfaat besar.”
Meski progres saat ini tergolong tinggi, proyek ini sempat mengalami penyesuaian jadwal. Pada September 2023, pembangunan baru mencapai sekitar 38 persen dengan target peresmian pada 2024. Perubahan target menjadi 2026 menunjukkan adanya evaluasi teknis dan manajerial selama pelaksanaan. Pemerintah Provinsi Gorontalo menegaskan komitmen untuk tidak hanya menyelesaikan konstruksi, tetapi juga memastikan keberlanjutan fungsi bendungan dalam jangka panjang.
Di luar fungsi utama, pemerintah daerah memandang Bulango Ulu sebagai aset ekonomi baru. Pemerintah memiliki visi untuk mengembangkan kawasan waduk menjadi destinasi wisata terpadu, mencakup wisata air, budidaya ikan air tawar, hingga penginapan dan vila. Namun, saat ini fokus masih tertuju pada penyelesaian konstruksi. Pemerintah menegaskan bahwa “kawasan wisata belum bisa dinikmati dalam waktu dekat.” Pengembangan pariwisata baru akan dilakukan setelah bendungan beroperasi penuh dan didukung regulasi tata ruang serta konservasi. “Pergerakan ekonomi dari kawasan bendungan ini sangat besar. Bahkan saat ini banyak kepala desa memilih mempertahankan lahannya karena melihat potensi pengembangan vila dan usaha wisata yang menguntungkan serta berdampak langsung bagi daerah,” ujar Wagub seperti dikutip dari berita.gorontaloprov.go.id.
Penulis / Editor : RDj

















