KOTA GORONTALO – Filsafat Yunani Kuno oleh sebagian kita, kerap dipandang hanya sebagai warisan akademik semata. Padahal, gagasan Plato, Aristoteles, dan para filsuf Stoa masih relevan untuk menjawab tantangan pemerintahan daerah modern saat ini, terutama dalam hal kepemimpinan, tata kelola, dan etika publik pun dalam kebijakannya. Di tengah tuntutan transparansi dan pelayanan prima, filosofi klasik ini menawarkan fondasi nilai yang kuat.
Plato, melalui konsep philosopher-kingnya, menekankan pentingnya pemimpin yang berpengetahuan dan bermoral. Yang menurut Bung Rocky Gerung, Pemimpin yang beretikabilitas. Dalam konteks pemerintahan daerah saat ini, gagasan seperti itu tercermin pada kebutuhan kepala daerah dan pejabat publik yang memahami persoalan rakyat secara substansial dan bukan sekadar mengandalkan popularitas politik semata. Kebijakan berbasis data, perencanaan jangka panjang, serta keberanian mengambil keputusan strategis merupakan bentuk aktualisasi pemikiran Plato saat ini. “Negara akan hancur bila dipimpin oleh mereka yang mencintai kekuasaan lebih dari kebijaksanaan,” tulis Plato dalam Republic.
Sementara itu, Aristoteles menempatkan tujuan pemerintahan pada kebaikan bersama atau common good. Ia menegaskan bahwa negara ada untuk menciptakan kesejahteraan warganya. Prinsip ini relevan bagi pemerintah daerah dalam menyusun anggaran, program pembangunan, dan layanan publik yang adil dan merata serta transparan. Aristoteles juga menekankan supremasi hukum dan keadilan distributif, nilai yang sejalan dengan tuntutan tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. “Tujuan negara adalah hidup yang baik bagi semua warga,” tulis Aristoteles dalam Politics.
Selain itu, aliran Stoisisme memberi pelajaran penting tentang etika aparatur negara. Dalam menjalankan tugasnya, filsuf Stoa seperti Marcus Aurelius menekankan keteguhan, pengendalian diri, dan tanggung jawab. Dalam pemerintahan daerah, prinsip-prinsip ini tercermin dalam birokrasi yang profesional, tahan terhadap pengaruh politik, dan terus melayani masyarakat. Aparatur yang menggunakan etika stoik dapat lebih fokus pada kewajiban daripada kepentingan pribadi.
Jadi, filosofi Yunani Kuno bukan hanya diskusi klasik; itu adalah sumber nilai yang dapat membantu pemerintahan negara modern. Dengan mengadaptasi kebijaksanaan Plato, orientasi kesejahteraan Aristoteles, dan etika Stoisisme, pemerintah daerah dapat membangun kepemimpinan yang berintegritas, kebijakan yang berpihak pada rakyat, serta birokrasi yang profesional dan berdaya tahan.
Oleh : Redaksi

















