Kekayaan bersih Elon Musk kembali mencetak rekor global. Berdasarkan Daftar Miliarder Real-Time Forbes, kekayaan CEO Tesla dan SpaceX tersebut diperkirakan mencapai US$726,3 miliar pada penutupan perdagangan hari Rabu. Meski mengalami penurunan harian sebesar US$3,3 miliar akibat saham Tesla melemah 1% ke level US$449,72, posisi Musk sebagai orang terkaya di dunia tetap tak tergoyahkan. Forbes mencatat Musk telah menduduki peringkat teratas sejak Mei 2024, setelah melampaui Bernard Arnault dari LVMH.
Forbes menyebutkan, “Musk berada di jalur untuk menjadi orang pertama yang memiliki kekayaan $1 triliun.” Dalam daftar orang terkaya dunia, Musk unggul sangat jauh dari pesaing terdekatnya. Pendiri Google Larry Page berada di posisi kedua dengan kekayaan sekitar US$256,9 miliar, disusul Larry Ellison (Oracle), Jeff Bezos (Amazon), dan Sergey Brin. Jarak kekayaan Musk dengan peringkat kedua bahkan melampaui total kekayaan gabungan beberapa miliarder papan atas.
Jika dibandingkan dengan skala makroekonomi, nilai kekayaan Musk setara dengan ekonomi terbesar ke-23 dunia. Angka tersebut melampaui Produk Domestik Bruto (PDB) negara seperti Belgia, Irlandia, Argentina, dan Swedia, serta hanya berada sedikit di bawah Taiwan menurut data Dana Moneter Internasional (IMF). Kekayaannya juga lebih besar dibanding kapitalisasi pasar sejumlah korporasi raksasa global, termasuk Oracle, Johnson & Johnson, dan LVMH.
Lonjakan signifikan kekayaan Musk sepanjang tahun ini dipicu oleh valuasi SpaceX yang melonjak drastis setelah penawaran tender internal yang menilai perusahaan tersebut sekitar US$800 miliar. Selain itu, keputusan Mahkamah Agung Delaware yang membatalkan putusan sebelumnya terkait paket kompensasi Musk di Tesla ikut mengerek valuasi aset pribadinya. Forbes mencatat, “Lonjakan kekayaan Musk yang memecahkan rekor tahun ini terjadi setelah kekayaan bersihnya melampaui $300 miliar pada November 2024.” Dengan dukungan pemegang saham Tesla terhadap paket kompensasi jangka panjang, Musk kini berada di ambang tonggak kekayaan yang belum pernah dicapai manusia sebelumnya.
Atribusi: Forbes, Dana Moneter Internasional (IMF)
Editor : RDj

















